Bahaya Faktor Fisika di Tempat Kerja

Bahaya Faktor Fisika di Tempat Kerja – Berbagai faktor penyakit kerja yang sering tidak kita sadari akan sangat berbahaya jika tidak ditanggani secara serius karena efek yang dihasilkan tidak terasa secara langsung, salah satu faktor bahaya yang tidak menimbulkan efek penyakit secara langsung adalah faktor fisika.

Bahaya Faktor Fisika dapat diartikan sebagai bahaya yang disebabkan oleh lingkungan kerja sekitar seperti kebisingan, radiasi,
getaran mekanis, cuaca kerja, tekanan udara tinggi dan rendah, penerangan di tempat kerja, dan bau-bauan di tempat kerja.

Perusahaan yang menerapkan SMK3 biasa nya akan melakukan segala jenis uji untuk mengetahui kondisi yang ada di tempat kerja tersebut dan pengendalian terhadap faktor faktor tersebut, sehingga dapat mencegah atau pun menghilangkan sumber bahaya yang ada.

Jenis – Jenis Pengendalian Bahaya Faktor Fisika Di Tempat Kerja

1.Pengujian Lingkungan Kerja

Pengujian lingkungan kerja dapat di lakukan setiap tahun dengan acuan uji sesuai jenis yang telah ditentukan oleh pemerintah melalui peraturan peraturan tertulis sehingga memudahkan perusahaan untuk mengetahui ambang batas bahaya yang ada di perusahaan nya tersebut.

Adapun jenis jenis pengujian yang bisa di lakukan antara lain:

  • Kebisingan
  • Emisi
  • Keterangan / Cahaya
  • Getaran
  • Tekanan Udara
  • Bau
  • Ambien

2. Pengaturan Jam Kerja

Pengaturan Jam Kerja dapat dilakukan jika kita telah mengetahui hasil pengujian disuatu tempat kerja, tujuan pengaturan jam kerja dilakukan jika sumber bahaya tersebut tidak dapat dihilangkan ataupun dikendalikan sehingga kita dapat membatasi jam kerja diarea tersebut.

3. Penggunaan Alat Pelindung Diri

Alat Pelindung Diri dapat bermanfaat selama digunakan dengan benar dan sesuai dengan ketentuan. Penggunaan APD yang berlisensi resmi menjadi sebuah keharusan di sebuah perusahaan yang memiliki tingkat bahaya yang tinggi.

4. Disposisi Karyawan

Perusahaan wajib memilih dan menetapkan karyawan tertentu saja yang bisa kerja diarea yang memiliki faktor bahaya fisika karena jika penetapan tidak sesuai maka karyawan tersebut akan mengalami penyakit akibat kerja yang serius.

5. Tanda Peringatan

Tanda Peringatan bahaya dapat dipasang agar area tersebut dapat dijauhi atau pun aktifitas area tersebut dikurangi agar tidak terjadi penyakit akibat kerja selama berada disana.

Semua pengendalian yang dijabarkan diatas dilakukan saat sumber bahaya tidak dapat dihilangkan ataupun di kendalikan sehingga memaksa harus ada nya aktifitas diarea tersebut.

Pengendalian dan Identifikasi menggunakan HIRADC ataupun Job Safety Analysis akan sanggat membantu perusahaan untuk mengendalian setiap faktor bahaya yang ada diperusahaan.

Sekian artikel saya kali ini, semoga bermanfaat.

Terima kasih, Salam Kabark3.com

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *