CONTRACTOR SAFETY MANAGEMENT SYSTEM (CSMS)

Contractor Safety Management System (CSMS) adalah sistem komprehensif dalam pengelolaan kontraktor sejak tahap perencanaan sampai pelaksanaan pekerjaan.

Tujuan penerapan Contractor Safety Management System ( CSMS ) untuk perusahaan adalah:

  • Sebagai bahan pertimbangan awal oleh perusahaan main contractor untuk menilai kinerja Kontraktor yang akan diterimanya.
  • Untuk meyakinkan bahwa kontraktor yang bekerja di lingkungan perusahaan telah memenuhi standar dan kriteria K3 yang ditetapkan perusahaan.
  • Sebagai alat untuk menjaga dan meningkatkan kinerja K3 di lingkungan kontraktor
  • Untuk mencegah dan menghindarkan kerugian yang timbul akibat aktivitas kerja kontraktor

Kapan CSMS di terapkan perusahaan?

  1. Tahap Kualifikasi
  • Penilaian Resiko
    • Identifikasi bahaya yang akan ditimbulkan atas aktifitas kerja yang dilakukan kontraktor, Identifikasi resiko dikategori dalam tahap rendah, sedang dan tinggi sehingga pengendalian lebih optimal dilakukan dilapangan.
  • Pra Kualifikasi
    • Hanya kontraktor yang memiliki SMK3 yang baik yang dapat mengikuti proses tender
  • Seleksi
    • Hanya kontraktor yang terbaik yang dipilih

2. Tahap Pelaksanaan

  • Aktivitas awal pekerjaan
    • Langkah untuk membuka komunikasi awal antara petugas lapangan kontraktor dan petugas lapangan perusahaan minyak dan tambang.
    • Pre job activity meeting at office
    • Pre job activity meeting at site
    • Rencana Kerja (work plan)
    • Review Potential Hazards and Safety Aspect
    • Emergency Response Plan and Procedure
    • Pre Job safety Meeting – site
    • Orientasi Lapangan
    • Finalization All Safety Requirement
    • Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Pada Saat Pekerjaan Berlangsung
    • Inspeksi Keselamatan Kerja (Safety Inspection)
    • Program Keselamatan Kerja (Safety Program): Safety Meeting, Safety Inspection, Safety Promotion, Safety Communication, Emergency Drills and Exercise, Incident Investigation
  • Evaluasi Akhir
    • Langkah penilaian kinerja K3 kontraktor selama pra-kualifikasi dan Pekerjaan Berlangsung.
    • Hasil evaluasi akan disimpan di data bank, menjadi bahan pertimbangan apakah kontraktor tersebut layak untuk mendapat pekerjaan yang akan datang
    • Safe working hours
    • Frequensi rate & Severity rate
    • Masalah-masalah Keselamatan Kerja
    • Laporan Kecelakaan, kerusakan, kejadian, nyaris celaka dan anomaly
    • Pelatihan yang diadakan

Selama proses kerja yang dikerjakan kontraktor sebaik nya direkam dalam buku atau pun foto untuk kemudian dijadikan evaluasi, untuk proses kerja dengan jangka waktu yang lama laporan evaluasi bisa dibuatkan per 3 bulan untuk kemudian dilaporkan untuk peningkatan keselamatan kerja para kontraktor.

Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat

salam Kabark3.com

10 thoughts on “CONTRACTOR SAFETY MANAGEMENT SYSTEM (CSMS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *