Hydrant

Hydrant – Sistem proteksi kebakaran merupakan hal yang wajib dimiliki sebuah gedung untuk melindungi aset yang dimiliki.

Hydrant merupakan salah satu proteksi kebakaran yang sering digunakan karena menggunakan air sebagai media pemadam api bertekanan serta dipilih karena merupakan alat yang digunakan untuk kebakaran skala besar.

Hydrant sendiri dapat diartikan sebagai alat proteksi kebakaran skala besar dengan air bertekanan sebagai media pemadam api.

Aksesoris Hydrant

Hydrant memiliki beberapa aksesoris sebagai alat pendukung dalam proses pemadaman api. adapun aksesoris nya sebagai berikut :

Valve

Valve adalah sebuah katup yang mengatur keluarnya media air pada hydrant pillar. Fungsinya sama seperti keran dalam kehidupan sehari-hari.

Nozzle

Nozzle merupakan corong yang berfungsi sebagai pengontrol arah media air menuju titik lokasi kebakaran.

Fire Hose

Fire hose merupakan selang yang akan digunakan untuk mengalirkan media air dari hydrant pillar menuju lokasi kebakaran. Selang ini dapat digulung atau disimpan di hose rack.

Hose Rack

Hose rack adalah aksesoris dimana Anda bisa menyimpan selang. Tujuannya agar selang tidak kusut dan mempermudah saat proses pemadaman api berlangsung.

Siamese Connection

Sebuah reservoir umumnya hanya dapat menyediakan air untuk pemadaman api selama 30 menit. Lalu jika air dalam reservoir habis, maka air akan disupply oleh mobil pemadam kebakaran, Siamese connection inilah yang akan menyambungkan mobil pemadam kebakaran dengan jaringan hydrant.

Penggunaan sistem proteksi kebakaran ditempat kerja diatur dalam KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA R.I. NO. KEP-186/MEN/1999 TENTANG UNIT PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI TEMPAT KERJA

Selama penggunaan sistem proteksi kebakaran seperti Hydrant maka wajib dilakukan pengecekan kondisi fisik maupun kerja mesin tersebut dengan minimal pengecekan sebulan sekali untuk menghindari terjadi nya hambatan ketika mesin atau alat hendak digunakan.

Pelatihan dalam penggunaan alat proteksi kebakaran dilakukan minimal 3 bulan sekali dilakukan oleh tim atau orang yang terlatih. Di tempat kerja yang memiliki alat proteksi kebakaran wajib memberikan pelatihan ataupun penyejelasan mengenai cara pakai dan fungsi nya kepada semua karyawan yang ada.

Sekian artikel ini, semoga dapat bermanfaat, salam kabark3.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *