Job Safety Analysis

Job Safety Analysis tidak hanya sebagai lembaran kertas biasa yang berisi daftar pekerjaan, bahaya, dan cara pengendaliannya namun Job Safety Analysis merupakan alat penting yang membantu pekerja dalam melakukan pekerjaan secara aman dan efisien.

Job Safety Analysis atau pun yang di singkat JSA adalah prosedur yang membantu mengintegrasikan prinsip dan praktik keselamatan dan kesehatan kerja ke dalam tugas atau operasi pekerjaan tertentu. ( Sumber :https://en.wikipedia.org )

Langkah – Langkah Menyusun Job Safety Analysis

Perincian Pekerjaan

Merincikan setiap pekerjaan secara jelas dari Posisi kerja, Area sekitar, Mesin yang dioperasikan, Mesin disekitar pekerja hingga suhu diarea kerja. Jika terdapat perubahan mesin ataupun posisi kerja dibagian yang sama maka harus di lakukan revisi terhadap JSA.

Identifikasi Bahaya

Identifikasi bahaya merupakan hal penting dalam menyusun JSA dengan pertimbangan berikut :

  • Laporan Kecelakaan Kerja
    • Dengan Laporan Kecelakaan kerja kita dapat mengetahui kecelakaan sebelum nya yang pernah terjadi di suatu area, sehingga dapat kita identifikasi dan masukkan dalam penyusunan JSA.
  • Area Sekitar
    • Bahaya tidak hanya timbul dari aktifitas kerja si pekerja sendiri namun dapat juga timbul dari area disekitar si pekerja bekerja. Contoh : Terdapat area las di dekat area produksi di perusahaan A, maka si pekerja di arae Produksi akan memiliki bahaya ledakan tabung las dll yang di timbulkan dari aktifitas las.
  • Peraturan Terkait Pekerjaan Yang Hendak dilakukan
    • Tata cara atau peraturan yang telah diterapkan oleh perusahaan diarea kerja tersebut.
  • Cara Pengoperasian Mesin
    • Cara sebelum, saat dan setelah mesin dioperasikan harus dapat diidentifikasi dengan jelas.

Pengendalian Bahaya

Setelah melakukan Perincian dan Identifikasi Bahaya maka pengendalian bahaya merupakan hal penting dalam penyusunan JSA, setiap bahaya yang ada wajib di kendalikan dengan 5 Hierarki Pengendalian Resiko/Bahaya K3, dengan tujuan mencari titik paling aman dalam pengendalian bahaya.

Contoh : Terdapat mesin yang memiliki bahaya kebisingan tinggi, maka 5 Hierarki Pengendalian Resiko/Bahaya K3 nya adalah sebagai berikut :

  • Eliminasi
    • Menghilangkan sumber kebisingan
  • Subsitusi
    • Menganti mesin yang menjadi sumber kebisingan
  • Perancangan
    • Melakukan modifikasi mesin yang menjadi sumber kebisingan
  • Administrasi
    • Memberikan tanda bahaya kebisingan tinggi diarea kerja
  • Alat Pelindung Diri
    • Pemberian APD kepada karyawan yang terpapar kebisingan tinggi

Dari 5 tindakan pencegahan diatas maka bisa dilihat dan dipilih yang dianggap paling efektif dan aman dalam pengendalian bahaya tersebut.

Contoh form JSA bisa klik di https://kabark3.com/contoh-form-job-safety-analysis/

Sekian Artikel saya ini semoga bermanfaat, salam kabark3.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *