K3 Dalam Proses Penggalian

K3 dalam proses penggalian – Runtuh adalah resiko terbesar pekerjaan selain bahaya kurang nya oksigen dan sesak nafas, aliran gas beracun, api, peralatan bekerja di pinggir galian dan kerusakan fasilitas bawah tanah.

Pekerjaan galian tanah sendiri merupakan salah satu pekerjaan paling berbahaya dalam berbagai kegiatan konstruksi. Kecelakaan sering terjadi pada penggalian dengan kedalaman antara 1,6 – 5 Meter dan selalu tanpa gejala awal terlebih dahulu.

Tinggi nya ancaman bahaya yang dapat ditimbulkan dalam suatu proses pekerjaan galian membuat kita harus berhati hati dan melakukan persiapan yang matang sehingga para pekerja dapat terhindar dari kecelakan yang mungkin saja terjadi kepada para pekerja.

Perhitungan kondisi tanah, perjelas keberadaan fasilitas / saluran pipa bawah tanah, pemasangan sistem perlindungan, deteksi gas, jalan masuk dan keluar yang jelas, alat komunikasi dan APD khusus, merupakan bagian dari rencana awal yang wajib dilakukan dan diberikan sebelum dilakukan nya penggalian.

Persyaratan Sistem Perlindungan

Suatu sistem perlindungan yang disiapkan dengan baik harus memiliki :

  • Rancangan penahan, lereng dan jenjang yang tepat
  • Penopang, kerangka dan ukuran pelindung lain yang benar
  • Penanganan material dan buangan dengan tepat
  • Pengoperasian peralatan secara aman, dan
  • Pemasangan dan pembongkaran sistem perlindungan sesuai persyaratan.

Rancangan Sitem Pelindung

Dalam melakukan sebuah rancangan sistem pelindung yang digunakan dalam pengalian, kita wajib menggunakan :

  • Sistem lereng  / Berjenjang dan penahan
  • Penopang, kerangka dan sistem perlindungan yang lain
  • kerangka – dapat atau tidak dapat di pindahkan seperti gorong gorong parit atau kotak parit
  • Penahan – Dapat dengan sistem hidrolik, mekanik atau kayu untuk melindungi dingin dingin tepi
  • Lereng / Jenjang – suatu lereng mendaki dari pusat galian ke arah kedua sisinya.

Bahaya Runtuh

Runtuh nya sebuah galian menjadi ancaman paling nyata yang dapat membahayakan para pekerja sehingga tindakan perlindungan seperti membentuk lereng / jenjang dalam daerah penggalian, Memasang penahan pada dinding tepi, atau memasang kerangka diantara kedua tepi dan daerah kerja menjadi tindakan yang wajib kita lakukan namun semua ini harus dilakukan berdasarkan kondisi didaerah tersebut sehingga tidak menimbukan ancaman bahaya lain nya bagi para pekerja.

Semua keselamatan dan kesehatan kerja ( k3 ) pekerja di dalam proses pengerjaan penggalian menjadi tanggung jawab kita sebagai bagian dalam tim atau departement keselamatan.

sekian artikel saya kali ini, semoga bermanfaat.

Terima kasih

Salam kabark3.com

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *