Keselamatan mengoperasikan alat berat

Keselamatan mengoperasikan alat berat – Alat berat yang merupakan mesin berukuran besar yang didesain untuk melaksanakan fungsi konstruksi, seperti pengerjaan tanah, konstruksi jalan, konstruksi bangunan, pertambangan, dan perkebunan.

Dalam pengoperasian alat berat banyak aspek yang harus Anda perhatikan, mulai dari prosedur pengoperasian alat berat , aspek keselamatan kerja, keahlian dan pengetahuan operator, serta aspek pemeriksaan dan pemeliharaan.

Dibalik fungsi dan kegunaan alat berat yang dapat membantu meringankan pekerjaan, terdapat juga potensi bahaya yang dapat di timbulkan dari proses pengoperasian alat berat tersebut. Potensi bahaya yang dapat ditimbulkan saat mengoperasikan alat berat diantaranya :

• Tersengat listrik jika alat kontak langsung dengan saluran listrik tegangan tinggi di bagian atas
• Alat tumbang, terguling, atau terjungkal ke depan
• Pekerja terkena jatuhan material yang diangkat oleh alat berat
• Pekerja tertimpa atau terjepit alat berat, dan jatuh dari alat berat
• Pekerja tertabrak atau terlindas alat berat.

Pengoperasian alat berat yang salah dan tidak aman memiliki potensi bahaya yang lebih besar dan seringkali menjadi faktor utama terjadi nya kecelakaan. Mayoritas kecelakaan terkait alat berat yang digunakan dalam konstruksi, pertambangan, kehutanan dan industri lainnya dikaitkan dengan kesalahan manusia  dan kerusakan pada alat.

Besar nya potensi kecelakaan kerja sebenarnya dapat dicegah jika dilakukan tindakan tindakan yang tepat, adapun beberapa potensi kecelakaan kerja yang sebenarnya dapat dicegah sebagai berikut :
• Pelatihan operator yang tidak sesuai
• Kondisi dan situasi Lingkungan kerja tidak aman
• Inspeksi dan pemeliharaan tidak optimal
• Desain mesin yang cacat ─ kerusakan pada alat
• Pengoperasian alat berat tidak sesuai prosedur keselamatan
• Pengawasan tidak efektif
• Tingkah laku operator yang tidak aman, seperti mengebut (ugal-ugalan), kurang hati-hati ketika mundur atau kehilangan kendali saat menekan pedal gas dan rem.
• Penyalahgunaan pengoperasian alat berat.

Cara Menjaga Keselamatan Mengoperasikan Alat Berat

1.Lakukan Survei Area Kerja

  • Pastikan Tim telah melakukan survei terhadap area yang akan dikerjakan
  • Informasikan kondisi lapangan kepada seluruh tim dan pihak yang terkait
  • Komunikasikan rencana pengerjaan kepada semua personel
  • Tunjuk salah satu personel yang bertugas membantu operator alat berat dalam melihat dan mengarahkan operator di area yang tidak mampu dilihat dengan baik oleh operator yang bertugas
  • Terbitkan surat izin kerja kepada para pekerja
  • Pastikan area sekitar telah aman dan nyaman untuk semua proses pekerjaan serta bebas dalam segala material yang dapat menjadi sumber bahaya
  • Beri tanda atau peringatan keselamatan diarea yang dianggap dapat menjadi titik potensi munculnya bahaya.

2.Persiapan sebelum mengoperasikan alat berat

  • Periksa kondisi dan kelayakan alat sesuai dengan formulir pemeriksaan yang sudah dipersiapkan. Segera laporkan apabila terdapat kerusakan pada alat berat dan lakukan perbaikan bila diperlukan.
  • Bersihkan anak tangga dan pegangannya dari lumpur, minyak, atau kotoran penyebab licin lainnya
  • Gunakan teknik 3-points contact (tiga titik tumpu) saat naik atau turun tangga. 3 titik tumpu artinya 2 kaki berpijak dengan satu tangan berpegang pada anak tangga dan satu tangan bergerak menanggapi tangga atau 2 tangan berpegang pada anak tangga dengan satu kaki berpijak dan kaki lain bergerak menggapai tangga.
  • Atur tempat duduk sesuai dengan ukuran tubuh dan gunakan sabuk pengaman selama berada dalam kabin.
  • Atur kaca spion sesuai dengan sudut pandang operator
  • Hidupkan mesin. Biarkan mesin dalam putaran rendah selama kurang lebih 5 menit untuk pemanasan
  • Pahami prosedur kerja dan situasi area kerja
  • Pastikan pekerja lain yang tidak berhubungan dengan pekerjaan yang dilakukan tidak berada di area kerja atau berada di area yang aman
  • Pastikan tanda-tanda komunikasi (klakson) dipahami operator alat berat lain yang terlibat dalam pekerjaan.
    – Klakson 1x untuk menghidupkan alat berat
    – Klakson 2x untuk maju
    – Klakson 3x untuk mundur
  • Gunakan alat pelindung diri (APD) yang diperlukan, seperti rompi Hi-Vis (high visibility), helm keselamatan, sepatu keselamatan, kacamata keselamatan, masker, sarung tangan dan sumbat telinga.

3.Saat mengoperasikan alat berat

  • Periksa sekitar area kerja, terutama kemungkinan adanya pekerja lain atau alat berat lain dan bunyikan klakson sebagai tanda alat akan bergerak
  • Pastikan radio komunikasi dalam kondisi aktif selama pekerjaan berlangsung. Namun jika radio tidak tersedia, maka gunakan sinyal tangan dari spotter

4.Setelah mengoperasikan alat berat

  • Parkir alat berat di tempat yang datar dan aman
  • Turunkan attachment dengan aman, netralkan transmisi, biarkan mesin pada putaran rendah selama lima menit, dan pasang rem parkir
  • Bersihkan kabin operator sambil mengamati panel indikator
  • Tutup throttle untuk mematikan mesin, kunci kontak OFF, cabut kunci
  • Periksa kembali semua sistem pengaman dan pastikan alat dalam keadaan aman. Serahkan kunci kontak kepada pengawas sebagai tanda berakhirnya tugas operator.

Kesadaran pekerja akan keselamatan menjadi kunci utama terciptanya lingkungan kerja yang aman dan jauh dari bahaya kecelakaan kerja.

Sekian artikel saya kali ini

semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *