Pekerjaan Panas

Pekerjaan panas (Hot Work) adalah suatu proses yang dapat menjadi sumber pengapian ketika ada bahan yang mudah terbakar atau dapat menjadi bahaya kebakaran terlepas dari keberadaan bahan yang mudah terbakar di tempat kerja. Proses kerja panas yang umum melibatkan pengelasan, penyolderan, pemotongan, pembakaran mematri dan penggunaan alat yang digerakkan bubuk atau operasi penghasil api serupa di luar area kerja panas yang ditunjuk. ( Sumber : https://translate.google.com/translate?u=https://en.wikipedia.org/wiki/Hot_work&hl=id&sl=en&tl=id&client=srp )

Pada umum nya pekerjaan panas dilakukan oleh mereka yang terlatih dan dilakukan di tempat yang telah ditetapkan agar terhindar dari bahaya kebakaran dan kecelakaan kerja lain nya.

Pekerjaan panas yang dilakukan diluar area yang ditentukan atau diarea yang memiliki material mudah terbakar wajib memiliki izin kerja atau Hot Work Permit ( Izin Kerja Panas ) yang disetujui atau diketahui oleh departemen K3.

Prosedur Keselamatan Kerja

Pekerjaan Panas memiliki resiko kecelakaan kerja yang tinggi sehingga setiap tindakan dan cara kerja dibagian tersebut harus menjadi perhatian serius sehingga pekerja merasa aman dan nyaman. Berikut beberapa Prosedur Keselamatan Kerja nya :

Identifikasi

Tentu nya sebelum melakukan setiap pekerjaan kita wajib mengetahui apa saja yang menjadi bahaya akibat aktifitas kerja tersebut. Identifikasi tersebut dapat dilakukan menggunakan HIRADC ataupun JSA sehingga semua bahaya dapat di kendalikan dengan cara cara tertentu tergantung jenis bahaya nya.

Personel Terlatih

Semua pekerja yang melakuka pekerjaan panas adalah mereka yang terlatih baik secara internal dan eksternal sehingga mengurangi resiko kecelakaan kerja.

Pemeriksaan Peralatan Kerja

Peralatan kerja panas wajib dilakukan pengecekan sebelum digunakan. Penggunaan alat seperti tabung gas Asetilen, Oksigen, Trafo las, selang dsb adalah bagian peralatan kerja panas yang harus selalu dilakukan pengecekan sebelum digunakan.

Penggunaan APD

Pekerja wajib menggunakan APD sesuai dengan jenis pekerjaan panas yang dilakukan serta semua APD yang di gunakan adalah APD yang telah tersertifikasi. APD yang wajib digunakan seperti :

  • Pelindung Mata / Kaca Mata Las
  • Pelindung Kepala / Helm safety
  • Pelindung Muka / Tameng Las
  • Sarung Tangan khusus / Kulit
  • Masker Khusus
  • Sepatu Safety
  • Celemek Kulit
  • Baju Lengan panjang / Baju Mekanik
  • Celana Panjang
  • Pelindung Telinga / Ear Muff / Ear Plug

Izin Kerja

Aktifitas yang dilakukan diluar area kerja panas atau area yang memiliki material mudah terbakar wajib memiliki Izin kerja dari departemen K3 sebelum aktifitas kerja panas dilakukan.

Alat Pemadam Api

Persediaan alat pemadam api disekitar aktifitas kerja panas merupakan hal yang wajib. Alat pemadam api yang dapat di gunakan seperti APAR atau sejenis APAR.

Semua pekerjaan panas memiliki resiko kecelakaan yang fatal dan tinggi maka dari itu perlu perhatian lebih dalam penanganan dan pengegahan kecelakaan kerja yang mungkin terjadi.

Sekian Artikel saya kali ini, semoga bermanfaat.

Terima Kasih, Salam kabark3.com.

#stayathome

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *