PROSEDUR KESELAMATAN KERJA

PROSEDUR KESELAMATAN KERJA – Terjadi nya kecelakaan kerja akan sangat merugikan dan menjadi sebuah bencana untuk sebuah perusahaan, namun hingga kini masih banyak perusahaan yang tidak memperhatikan pola kerja yang baik sehingga banyak perusahaan yang tidak begitu peduli kepada keselamatan dan kesehatan kerja kayawan nya. Berdasarkan berita yang diterbitkan www.liputan6.com, pada tahun 2018 terjadi 157.313 kasus kecelakaan kerja dan sepanjang tahun 2019 terdapat 130.923 kasus. ( bisa dibaca di https://www.liputan6.com/bisnis/read/4153838/kasus-kecelakaan-kerja-sepanjang-2019-turun-dari-2018 ).

Terjadi penurunan sekitar 40 % dari tahun 2018 hingga 2019 namun ini bukan kabar yang cukup baik mengingat masih tinggi nya angka kecelakaan kerja yang ada di Indonesia. Angka kecelakaan kerja yang barusan saya tampilkan sebenarnya bisa diturunkan bahkan dihilangkan jika setiap perusahaan melakukan penerapan SMK3 dengan baik dan benar, salah satu contoh penerapan SMK3 diperusahaan yang baik adalah dengan ada nya Prosedur Keselamatan Kerja disetiap unit / bagian kerja di perusahaan serta diterapkan dengan tepat dan secara berkelanjutan. Jadi apa itu Prosedur Keselamatan Kerja ?

Prosedur Keselamatan Kerja adalah Pola Pengaturan, Pengoperasian Mesin, Penggunaan Alat, Posisi Kerja, dan Penggunaan Alat Pelindungan Diri yang baik dan tepat disetiap unit kerja dimana dalam setiap prosedur tersebut mencantumkan kegiatan Sebelum, Ketika dan Sesudah aktifitas kerja dilakukan, di Prosedur tersebut juga mencantumkan penggunaan alat pelindungan diri yang tepat, sikap ketika terjadi kondisi darurat dan penggunaan alat kerja yang benar, tidak cuma itu dalam sebuah prosedur tersebut juga ditampilkan bahaya yang dapat ditimbulkan dalam unit kerja sehingga si pekerja bisa lebih waspada ketika bekerja.

Contoh Prosedur Keselaman Kerja

Pembuatan prosedur keselamatan kerja dapat dibuat dalam beberapa bentuk dan kombinasi warna yang menarik akan menjadi daya tarik tersendiri untuk pekerja dan tamu untuk membaca nya sehingga tidak menjadi pajangan semata ketika dipasang di area kerja, penggunaan kata dan simbol yang tepat juga menjadi salah satu hal yang penting karena itu sebelum membuat prosedur tersebut sebaik nya area kerja tersebut telah dilakukan Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko Kerja sehingga tidak ada kesalahan dalam penetapan bahaya dan alat pelindungan diri di area kerja tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *