Safety Patrol

Perusahaan yang menjalankan SMK3 akan memastikan keefektifan pelaksaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dilapangan dengan rutin menjalankan safety patrol. Pelaksaan dilakukan oleh tim safety patrol yang dibentuk oleh perusahaan. Safety patrol bisa diartikan salah satu aktifitas untuk mengontrol / pengawasan untuk memastikan apakah standard yang sudah ada telah dilaksanakan atau belum.

Safety patrol dilakukan dengan cara meninjau langsung lokasi dan area kerja di lapangan untuk memastikan standard K3 yang telah ditetapkan telah berjalan dengan baik.

Hasil temuan menjadi dasar dari tindakan perbaikan hal ini berlaku untuk rentang waktu tertentu yang telah di sepakati untuk segera melakukan tindakan perbaikan atas temuan tersebut.

Tujuan

  • Mengidentifikasi masalah-masalah yang potensial yang tidak terantisipasi selama proses desain ataupun selama analisis tugas- tugas/pekerjaan.
  • Mengidentifikasi bahaya kerja yang disebabkan ketidak fungsian mesin-mesin dan peralatan kerja.
  • Mengidentifikasi kondisi lingkungan kerja dan tindakan-tindakan tidak aman atau tidak sesuai dengan prosedur kerja.
  • Mengidentifikasi pengaruh dan perubahan proses produksi atau perubahan material.
  • Mengidentifikasi tindakan korektif yang kurang tepat yang dapat menimbulkan masalah lain di tempat kerja.
  • Menyediakan informasi K3 untuk bahan evaluasi diri bagi manajemen perusahaan.
  • Mendemonstrasikan komitmen manajemen melalui tindakan nyata dalam bidang K3 di tempat kerja.

Proses

  • Pembentukan Tim – Safety Patrol memerlukan tim yang terdiri dari kurang lebih 10 orang. Pembentukan tim bisa di mulai dari manager K3 atau pun staff K3 tergantung kondisi dilapangan.
  • Perencanaan – Setelah tim terbentuk maka perencanaan pelaksanaan adalah hal yang harus dilakukan, dimulai dari perencaan Form yang digunakan, Pembagian Tugas tim, dsb.
  • Pelaksanaan – Pelaksaan mulai dari pengawasan lapangan, cara kerja dsb dilakukan minimal 2 kali dalam seminggu, tergantung kondisi dan kebutuhan perusahaan.
  • Pelaporan – Pelaporan hasil temuan dilakukan setelah Safety Patrol dilakukan. Pelaporan yang baik dibuat dalam foto dan di cantumkan sebelum dan sesudah.
  • Tindakan – Setelah semua laporan di terima maka ketua tim harus mengambil tindakan seperti siapa yang tanggung jawab, tindakan penyelesaian dan target penyelesaian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *